Kehidupan Post-Defense

Well, hidup di sekitar kampus dan lab selepas sidang itu nampak santai sebenarnya. Tidak deadline mendesak menyelesaikan dan menulis thesis, termasuk mempersiapkan presentasi untuk defense itu sendiri. Tidak lagi ada jam lembur sampai menginap di lab juga. Lalu apa yang saya lakukan?

Pertama, tentu saja revisi. Beres sidang tidak berarti saya bebas dari segala hal yang terkait dengan thesis. Masukan-masukan dari para penguji perlu saya masukkan ke dalam buku thesis saya nanti. Revisi ini sebenarnya gampang-gampang susah. Sebenarnya asal niat sudah bulat dan fokus mengerjakannya, revisi  ini bisa diselesaikan dalam satu minggu. Sayang, banyak hal lainnya yang juga perlu saya kerjakan.

Kedua, mempersiapkan tiket pulang ke Indonesia untuk saya dan tiket PP Korea-Indonesia untuk teman-teman yang akan mengikuti conference di Bali awal Juli nanti. Singkat cerita, setelah saya memesan via Interpark, tiket pulang saya sudah siap. Yap, tiket pulang dan tidak kembali ke Korea lagi. Untuk tiket teman-teman, saya sedikit terhambat dengan anak Korea yang masih belum memiliki paspor. Budget yang terbatas membuat saya harus memutar otak bagaimana agar mereka bisa berangkat ke Indonesia dan mengikuti conference dengan nyaman. Akhirnya, hari ini tiket mereka berhasil didapatkan. Tiket pulang saya adalah tanggal 2 Juli, sedangkan tiket mereka adalah tanggal 1 Juli. Artinya, mereka akan berada di Bali selama 1 hari tanpa saya. Untung orang Bali banyak yang bisa berbahasa Inggris, jadi saya pikir mereka akan aman-aman saja.

Ketiga, mempersiapkan penginapan dan transportasi di Bali. Karena kami memilih direct flight yang harganya cukup mahal, saya pun memilihkan hotel yang sedikit miring. Tidak hanya hotel, saya juga harus menyiapkan mobil rental untuk mengantar mereka berkeliling. Alih-alih ikut tur bersama orang-orang Korea yang terjadwal dengan baik namun mahal, mereka saya ajak untuk ikut Yonny Tour, murah dan ala koboi.

Keempat, menulis paper dan membuat slide presentasi untuk conference lokal terakhir saya. Conference ini akan berlangsung 31 Mei 2013 di KAIST, Daejeon. Ini bukan tempat yang asing bagi saya karena saya cukup sering berkunjung ke sana, namun tetap saja saya perlu menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan conference ini.

Kelima, membuat slide presentasi untuk conference di Bali nanti. Skala conference ini adalah internasional, artinya saya dan teman-teman harus mempersiapkan presentasi ini jauh lebih baik.

Keenam, packing. Sebenarnya ini baru akan saya lakukan 2 minggu sebelum kepulangan saya, namun saya mulai mengatur-atur mana masuk tas mana, dll. Untunglah tiket pesawat teman-teman adalah tiket pelajar dengan kapasitas 40kg, jadi saya bisa menitipkan barang-barang saya apabila kapasitas bagasi saya terlalu banyak.

Ketujuh, jalan-jalan. Saya harus memanfaatkan masa-masa terakhir di Korea ini dengan sebaik-baiknya, termasuk menggunakannya untuk berjalan-jalan dan berburu foto.

Kedelapan, kesembilan, dst ada sih nampaknya, namun tidak begitu penting dan menyita waktu. Intinya sih, masih ada kehidupan seusai sidang thesis, bukan berarti saya jadi pengangguran pemakan beasiswa buta. Hehehe.

Salam 34 hari menuju Indonesia!!!

One thought on “Kehidupan Post-Defense

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s