Hidup di Indonesia (lagi)

Ini adalah tulisan pertama saya di blog ini semenjak saya menjejakkan kaki lagi di Indonesia. Ya, terhitung sejak 2 Juli 2013 sampai tulisan ini dibuat, saya sudah tinggal di Indonesia selama kurang lebih 4 minggu. Apa saja yang saya lakukan selama 4 minggu tersebut?

Mari kita mulai dari penerbangan saya dari Korea ke Indonesia. Normalnya, saya akan menggunakan flight Incheon – Soekarno Hatta. Akan tetapi, kali ini saya menggunakan flight Incheon – Ngurah Rai. Kenapa Bali? Singkat cerita, profesor saya adalah presiden dari Multimedia Society di Korea. Mereka mengadakan conference di Nusa Dua, Bali. Sebagai anak lab yang berbakti pada profesor, tentu saja saya dan teman-teman diminta untuk mengirimkan paper ke sana. Pada mulanya saya berpikir bahwa saya akan diminta bolak-balik Korea-Indonesia-Korea dan pulang ke Indonesia beberapa waktu kemudian. Namun profesor saya malah menyuruh saya untuk pulang saja ke Indonesia dan tidak kembali ke Korea lagi karena seluruh urusan saya telah selesai. Jadilah penerbangan Incheon-Ngurah Rai itu sebagai penerbangan perpisahan saya dengan Korea.

Di Bali, selain menjadi peserta conference, saya juga menjadi guide sekaligus supir untuk tur teman-teman lab saya. Presentasi saya dan teman-teman di conference berjalan dengan lancar seperti biasa. Hari berikutnya, saya membawa mereka ke Garuda Wisnu Kencana, melihat sunset di Uluwatu, melihat sunrise di Sanur, melihat sunset di Kuta, dan berjalan-jalan ke Tanah Lot. Tanggal 5 Juli tengah malam, mereka kembali ke Korea lagi.

Satu hal yang unik di sini adalah ‘beranaknya’ barang bawaan saya. Saya ingat dengan jelas, kali pertama saya berangkat ke Korea, saya membawa 2 buah kopor dengan berat total 25kg. Saat saya kembali ke Indonesia lagi, total bagasi saya adalah 60kg. Untung saja teman-teman lab tidak membawa terlalu banyak barang sehingga saya dapat menitipkan barang-barang saya kepada mereka. Lalu bagaimana cara saya membawa barang-barang dari Bali ke Solo? Di sini saya ‘mengundang’ ibu dan adik saya ke Bali untuk berlibur sejenak sekaligus membantu menambah bagasi saya untuk kembali ke Solo. Namun tetap saja pada akhirnya masih ada 10kg buku yang dikirim via pos. Akhirnya, saya dan barang-barang saya pun kembali ke Solo dengan selamat.

Selamat datang di kampung halaman, Yon. Selamat menikmati masa istirahat sebelum engkau mulai bekerja.

Departed

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s