Hey Yon, Kamu Dimana?

Pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang saya harapkan ditanyakan oleh orang-orang karena saya menghilang dan jarang menulis di blog ini lagi. Baiklah, akan saya ceritakan kemana saya menghilang.

Pertama, cerita dimulai setelah kepulangan saya ke Indonesia. Setelah saya kembali dari Bali seusai mengikuti MITA Conference 2013, saya tinggal di Solo selama bulan puasa. Tercatat 2 kali saya mengadakan perjalanan ke luar Solo selama Ramadan, yaitu ke Bandung dan ke Surabaya. Perjalanan ke Surabaya hanyalah untuk menemani adik yang akan bersiap untuk kerja praktik. Saya akan bercerita tentang perjalanan ke Bandung saja.

Perjalanan ini memiliki 4 tujuan utama: melihat acara wisudaan ITB, bertemu dengan teman-teman yang berada di Bandung dan sekitarnya, bertemu dengan partner ‘in a more serious relationship than in a common relationship’ yang sudah berkenalan dari NOL semenjak saya di Korea, dan menjalani ‘wawancara’ kerja di sebuah perusahaan Korea di kota Subang. Tujuan pertama dan kedua tercapai dengan lancar. Tujuan ketiga terlaksana pada sore hari saat acara arak-arakan wisuda ITB masih berlangsung. Saya dan si partner berbuka bersama dan ngobrol menggunakan suara dengan bertatap muka secara langsung (selama ini kami hanya ngobrol via teks atau telepon saja). Singkat cerita, saya dan si partner sepakat untuk meneruskan hubungan partner ‘in a more serious relationship than in a common relationship’ ini.

Sekarang tentang tujuan keempat. ‘Wawancara’ apakah yang akan saya lakukan di kota Subang? Bagi yang pernah membaca cerita-cerita saya di blog ini pasti tahu bahwa saat berkuliah di Korea, saya sempat menjalani magang di perusahaan Korea bernama Taekwang yang merupakan perusahaan third-party dari Nike Amerika. Pada saat magang di sana, saya ditawari untuk bekerja di calon pabrik baru (pada saat itu pabriknya baru dalam tahap perencanaan) yang berada di Subang. Saya tidak menjawab apa-apa saat ditawari hal itu pada saat term pertama saya magang. Menjelang akhir magang term ketiga, saya kembali ditawari untuk bekerja di Subang. Pada saat itu saya mulai berpikir untuk menerima tawaran tersebut. Hanya saja, saya mencoba untuk tidak gegabah dan menunda jawaban saya dengan alasan untuk fokus ke tesis dan bertanya ke orang tua terlebih dahulu.

Seusai beres segala urusan akademik, pihak Taekwang kembali menghubungi saya. Kali ini bukan dari Korea, melainkan langsung dari manajer HR Indonesia. Beliau menghubungi saya via email dan telepon. Karena orang tua saya membolehkan dan saya pun pada dasarnya tidak ada masalah untuk bekerja di manapun, maka saya ikuti syarat-syaratnya, termasuk mengirimkan beberapa dokumen yang diperlukan. Saya pun membuat janji untuk bertemu dengan manajer HR itu pada pertengahan bulan Juli, yang kebetulan berdekatan dengan wisuda ITB.

Saya ke Subang bersama ibu saya karena beliau ingin mencari tempat tinggal dengan lingkungan yang baik. Jadilah saya ditinggal di pintu masuk pabrik dan ibu mencari tempat tinggal bersama salah seorang anggota TNI dan istrinya. Sejenak saya lapor diri di pos security, dan saya berjalan menuju kantor Taekwang yang letaknya cukup jauh dari plant-plant produksi yang berdiri dengan gagahnya.

Di kantor, saya duduk bersama para pelamar lainnya. Saya melihat mereka mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam dan dilengkapi dengan sepatu hitam. Sedangkan saya mengenakan kemeja casual bermotif kotak-kotak berwarna merah putih, celana jeans, dan sepatu kets. Orang-orang di sana makin heran ketika saya yang datang belakangan tiba-tiba dipanggil terlebih dahulu oleh pihak HR. Saya masuk ke ruangan kantor dan duduk bersama bapak manajer HR. Meskipun namanya wawancara, namun kenyataannya kami hanya mengobrol biasa saja. Sampai akhirnya dua orang Korea yang saya kenal di Taekwang Korea datang dan menyapa saya. Kemudian mereka mengajak saya untuk menyapa anggota lain dari tim IT Taekwang. Setelah semua kesepakatan selesai, saya pun kembali ke pos security untuk pulang sambil melakukan medical checkup di sebuah rumah sakit bernama IndoSehat.

Dan di sinilah saya sekarang, bekerja di Subang, sebuah kota yang pada awalnya saya pikir sejuk karena berada di dekat lembang namun ternyata panas bukan kepalang. Pada saat tulisan ini ditulis, saya baru bekerja selama 20 hari. Semoga untuk ke depannya saya bisa segera merasa betah untuk bekerja dan tinggal di kota ini.

*saya mendapat pesan dari HR bahwa Taekwang masih membutuhkan karyawan baru untuk beberapa bagian, terutama IT. Bagi yang berminat silakan hubungi saya saja.

4 thoughts on “Hey Yon, Kamu Dimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s