Tuhan dan Roda – 1

Hidup itu seperti roda, kadang di atas, kadang di bawah. Kalimat singkat ini sudah saya ketahui semenjak saya SD. Benar memang, roda itu berputar, salah satu bagiannya pada suatu waktu akan berada di bawah, namun pada saat lain, seiring berjalannya waktu, akan berada di atas. Sangat jarang ada orang yang berpikir apa yang terjadi jika roda tersebut tidak berputar, dan alih-alih berputar, dia menyeret dirinya sendiri.

Hal inilah yang sempat saya rasakan. Apabila roda tidak berputar dan malah menyeret dirinya, maka bagian yang di atas akan tetap di atas dan yang di bawah akan tetap di bawah, meskipun waktu tetap berjalan. Lalu, jika kita menemukan hal ini dalam kehidupan kita, apa yang ada di dalam pikiran kita?

  1. Tuhan lupa memutar roda kehidupan
  2. Tuhan tidak adil kepada umatnya
  3. Apapun yang terjadi,Tuhan Maha Adil

Dari ketiga opsi di atas, mungkin opsi kedua yang sering ada di dalam pikiran kita ketika kita menyadari bahwa kita selalu berada di bawah. Ya, HANYA ketika kita selalu berada di bawah. Segala kekurangan yang ada membuat kita merasa menjadi orang paling malang di dunia. Bahkan mungkin ada saat kita menyalahkan Tuhan atas keadaan yang terjadi. Lalu bagaimana dengan kita yang di posisi selalu di atas. Apakah pikiran kita tetap sama seperti opsi kedua? Apabila kita berada di atas, mungkin kita akan menikmati posisi tersebut, merasa bahwa Tuhan sangat sayang kepada kita karena kita mungkin telah berbuat baik ke sesama, rajin beribadah, dll. Namun benarkah seperti itu?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s