Tentang Umroh Kali Ini…

Umroh pada dasarnya adalah ibadah yang menyerupai haji, hanya saja tanpa melakukan wukuf di padang arafah. Rukun lain seperti memakai pakaian ihram, melakukan towaf, sai, dan tahalul juga dilakukan jamaah umroh. Alhamdullilah, saya baru saja mendapatkan kesempatan pergi ke tanah suci untuk melakukan ibadah umroh. Umrohnya sendiri sama seperti umroh-umroh sebelumnya, meliputi kegiatan umroh itu sendiri dan ziarah ke tempat-tempat sejarah Islam. Namun ada 2 hal berbeda di umroh kali ini.

Yang pertama, saya berumroh hanya bersama ibu dan adik saya saja, tidak ada lagi bapak yang selama ini selalu menjadi pemimpin keluarga kami ketika berumroh. Saya biasanya berangkat ke masjid, duduk bersebelahan, dan beribadah di Nabawi maupun Masjidil Haram bersama bapak. Termasuk ketika menunggu ibu dan adik seusai sholat, biasanya saya menunggu bersama bapak. Kali ini, saya harus berangkat seorang diri ke masjid, duduk menanti sholat tanpa ada teman ngobrol, dan menunggu ibu dan adik sendirian di depan masjid. Termasuk ketika memasuki raudhah dan melakukan thowaf. Biasanya bapaklah yang mengajak saya ke raudhah untuk berdoa intensif seusai sholat di nabawi. Bapak pula yang mengajak saya berthowaf sebelum atau seusai sholat di masjidil haram. Umroh kali ini, saya melakukan semua itu sendirian. Alhamdullilah saya pernah berumroh bersama bapak sehingga saya tahu apa yang perlj dan harus dilakukan baik di nabawi maupun di masjidil haram.

Perbedaan kedua dari umroh kali ini adalah adanya Rizka sebagai istri saya. Benar saya tidak lagi berumroh bersama bapak, saya kehilangan roommate sejati saya. Tapi kali ini saya memiliki roommate baru dan partner beribadah selama menjalankan ibadah. Saya memang harus ke raudhah seorang diri karena wanita dan pria terpisahkan. Namun ketika melakukan thowaf dan menjalankan ibadah umroh, ada seorang wanita yang tangannya perlu selalu saya pegang dan saya jaga. Ada seorang wanita yang menemani saya berangkat dan pulang ke masjid. Ya, dia adalah wanita ketiga dalam hidup saya setelah ibu dan adik saya.

Alhamdullilah, kami berempat sukses menjalankan ibadah umroh kali ini dengan lancar. Semoga kami tetap berostiqomah dalam beribadah, bukan hanya bersemangat ibadah ketika berada di tanah suci saja, namun juga ketika berada di tanah air.

Salam dari EK806 di ketinggian 39000 kaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s