Menuju Zona yang Tidak Nyaman

Finally, saya sukses memantapkan hati saya untuk
meninggalkan kantor saya di Subang. Alasannya? Di satu sisi saya merasa terlalu
nyaman dengan kehidupan saya di sana. Hal ini terutama terkait dengan pekerjaan
yang itu-itu saja. Akan tetapi di lain sisi, saya merasa tidak nyaman dengan
keadaan di perusahaan dan lingkungan. Jam kerja yang aneh (masuk jam 7, pulang
minimal jam 4), 6 hari kerja (setengah hari pada hari Sabtu), panasnya Subang,
dll.

Di sinilah saya sekarang, Jakarta, ibu kota Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Well, sebenarnya ini diluar keinginan saya yang mengikuti
tes dan bergabung dengan perusahaan ini dengan harapan akan ditempatkan di
Bandung. Ternyata, background S2 saya yang berasal dari luar negeri membuat
saya ditempatkan di anak cabang perusahaan yang bergerak di bidang hubungan
dengan provider telekomunikasi internasional. Yup, saat ini saya sedang berada
di Menara Jamsostek lantai 24, di kantor PT Telekomunikasi Indonesia
Internasional (Telin).

Hari pertama di Jakarta, saya langsung merasakan panasnya
ibu kota (semoga saya tidak perlu merasakan kejamnya ibu kota). Selepas
orientasi singkat dan penandatanganan kontrak, saya dan teman-teman berjalan
berkeliling mencari kosan. Pada mulanya, saya tidak tahu sama sekali tentang
lokasi-lokasi kos di sekitar Gatot Subroto. Akhirnya, berdasarkan petunjuk
teman, kami mencari kosan di daerah Mampang Prapatan. Setelah menelusuri gang
demi gang di Mampang Prapatan (dengan berpeluh, kepanasan, masih memakai sepatu
pantofel, baju putih, dan celana bahan hitam), akhirnya saya jatuh hati pada
sebuah kosan yang berlokasi di Jalan Mampang Prapatan VI bernama Wisma
Sarahana. Karena harganya yang cukup mahal, akhirnya saya dan teman saya yang
berasal dari Medan sepakat untuk menyewa sekamar untuk berdua. Untungnya ada 2
buah kasur di kamar tersebut, sehingga kami tidak perlu tidur seranjang.

Saat saya menulis artikel ini, saya sudah berada hampir 2
minggu di Jakarta. Alhamdulillah, semua lancar. Setiap hari saya berjalan kaki sejauh
hampir 2 km dari kosan ke kantor. Saya juga merasakan ngantor di salah satu
menara yang terletak di pusat bisnis Jakarta. Well, to be honest, I feel that I
am cool. Semoga saya bisa menjalani hidup saya dengan baik dan lancar di sini
sembari menjadi anak yang berbakti pada orangtua dan suami yang baik bagi istri
saya. Aamiin…

3 thoughts on “Menuju Zona yang Tidak Nyaman

  1. mantap jon,. btw sadis juga jam kerja ente di subang jam7-16 dan 6 hari kerja dimana sabtu masuk setengah hari.

    “The world is in your hand”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s