Milestones of 2014

Setiap tahun itu berarti. Setiap tahun itu penting. Oleh karena itu, kita harus memiliki sesuatu yang wah (mari kita sebut sebagai milestone) di setiap tahunnya. Tahun 2014 ini ada beberapa milestones yang luar biasa bagi saya, baik itu yang terjadi di diri saya pribadi maupun keluarga saya.

Pertama, status saya bukan lagi single, bukan lagi jomblo, bukan lagi tunaasmara. Saya resmi berstatus sebagai seorang suami atas wanita bernama Rizka Vinkan Septiani yang saya nikahi pada tanggal 22 Maret 2014. Kedua, saya dan keluarga alhamdulillah kembali diberi kesempatan untuk berumroh ke tanah suci Mekkah dan Madinah pada bulan Mei yang lalu. Ketiga, saya dan istri saya diberikan amanah yang luar biasa besar oleh Allah, yaitu seorang calon anak yang saat ini sedang dikandung Rizka dan telah menginjak bulan ke delapan. Keempat, saya telah mengambil langkah besar dalam hidup saya, yaitu berpindah kerja dari Taekwang (sebuah perusahaan swasta asal Korea yang bergerak di bidang manufaktur sepatu olahraga) ke PT Telekomunikasi Indonesia. Seperti yang pernah saya bahas di tulisan lain, langkah ini saya ibaratkan menukar materiil dan kenyamanan dengan kesempatan untuk mengembangkan diri. Kelima, saya dan 71 teman saya lainnya sukses mengikuti Kursus Pembinaan Mental dan Disiplin (Susbintal) Telkom yang berlangsung selama 3 minggu di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) dan 2 minggu di Telkom Corporate University. Kenapa saya jadikan ini sebagai milestone? Bukan semata-mata karena saya menjadi 3 besar siswa versi Secapa, namun lebih ke perjuangan kami semua selama dididik secara semi-militer selama 5 minggu tersebut (akan saya tulis di lain waktu).

Itulah 5 hal yang saya jadikan sebagai milestone saya untuk tahun 2014 yang telah berlalu 1 jam yang lalu. Saya, istri, keluarga, dan kita hanya bisa bersyukur atas apa yang Allah rahmatkan kepada kita semua. Mari kita ambil hikmah dari segala yang terjadi pada tahun 2014 dan membawanya sebagai bekal kita pada tahun 2015 ini.

I am sure that 2015 will be a better year than 2014

Jakarta, 1 Januari 2015 – 1.00WIB

Advertisements

Hey Yon, Kamu Dimana?

Pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang saya harapkan ditanyakan oleh orang-orang karena saya menghilang dan jarang menulis di blog ini lagi. Baiklah, akan saya ceritakan kemana saya menghilang.

Pertama, cerita dimulai setelah kepulangan saya ke Indonesia. Setelah saya kembali dari Bali seusai mengikuti MITA Conference 2013, saya tinggal di Solo selama bulan puasa. Tercatat 2 kali saya mengadakan perjalanan ke luar Solo selama Ramadan, yaitu ke Bandung dan ke Surabaya. Perjalanan ke Surabaya hanyalah untuk menemani adik yang akan bersiap untuk kerja praktik. Saya akan bercerita tentang perjalanan ke Bandung saja.

Perjalanan ini memiliki 4 tujuan utama: melihat acara wisudaan ITB, bertemu dengan teman-teman yang berada di Bandung dan sekitarnya, bertemu dengan partner ‘in a more serious relationship than in a common relationship’ yang sudah berkenalan dari NOL semenjak saya di Korea, dan menjalani ‘wawancara’ kerja di sebuah perusahaan Korea di kota Subang. Tujuan pertama dan kedua tercapai dengan lancar. Tujuan ketiga terlaksana pada sore hari saat acara arak-arakan wisuda ITB masih berlangsung. Saya dan si partner berbuka bersama dan ngobrol menggunakan suara dengan bertatap muka secara langsung (selama ini kami hanya ngobrol via teks atau telepon saja). Singkat cerita, saya dan si partner sepakat untuk meneruskan hubungan partner ‘in a more serious relationship than in a common relationship’ ini.

Sekarang tentang tujuan keempat. ‘Wawancara’ apakah yang akan saya lakukan di kota Subang? Bagi yang pernah membaca cerita-cerita saya di blog ini pasti tahu bahwa saat berkuliah di Korea, saya sempat menjalani magang di perusahaan Korea bernama Taekwang yang merupakan perusahaan third-party dari Nike Amerika. Pada saat magang di sana, saya ditawari untuk bekerja di calon pabrik baru (pada saat itu pabriknya baru dalam tahap perencanaan) yang berada di Subang. Saya tidak menjawab apa-apa saat ditawari hal itu pada saat term pertama saya magang. Menjelang akhir magang term ketiga, saya kembali ditawari untuk bekerja di Subang. Pada saat itu saya mulai berpikir untuk menerima tawaran tersebut. Hanya saja, saya mencoba untuk tidak gegabah dan menunda jawaban saya dengan alasan untuk fokus ke tesis dan bertanya ke orang tua terlebih dahulu.

Seusai beres segala urusan akademik, pihak Taekwang kembali menghubungi saya. Kali ini bukan dari Korea, melainkan langsung dari manajer HR Indonesia. Beliau menghubungi saya via email dan telepon. Karena orang tua saya membolehkan dan saya pun pada dasarnya tidak ada masalah untuk bekerja di manapun, maka saya ikuti syarat-syaratnya, termasuk mengirimkan beberapa dokumen yang diperlukan. Saya pun membuat janji untuk bertemu dengan manajer HR itu pada pertengahan bulan Juli, yang kebetulan berdekatan dengan wisuda ITB.

Saya ke Subang bersama ibu saya karena beliau ingin mencari tempat tinggal dengan lingkungan yang baik. Jadilah saya ditinggal di pintu masuk pabrik dan ibu mencari tempat tinggal bersama salah seorang anggota TNI dan istrinya. Sejenak saya lapor diri di pos security, dan saya berjalan menuju kantor Taekwang yang letaknya cukup jauh dari plant-plant produksi yang berdiri dengan gagahnya.

Di kantor, saya duduk bersama para pelamar lainnya. Saya melihat mereka mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam dan dilengkapi dengan sepatu hitam. Sedangkan saya mengenakan kemeja casual bermotif kotak-kotak berwarna merah putih, celana jeans, dan sepatu kets. Orang-orang di sana makin heran ketika saya yang datang belakangan tiba-tiba dipanggil terlebih dahulu oleh pihak HR. Saya masuk ke ruangan kantor dan duduk bersama bapak manajer HR. Meskipun namanya wawancara, namun kenyataannya kami hanya mengobrol biasa saja. Sampai akhirnya dua orang Korea yang saya kenal di Taekwang Korea datang dan menyapa saya. Kemudian mereka mengajak saya untuk menyapa anggota lain dari tim IT Taekwang. Setelah semua kesepakatan selesai, saya pun kembali ke pos security untuk pulang sambil melakukan medical checkup di sebuah rumah sakit bernama IndoSehat.

Dan di sinilah saya sekarang, bekerja di Subang, sebuah kota yang pada awalnya saya pikir sejuk karena berada di dekat lembang namun ternyata panas bukan kepalang. Pada saat tulisan ini ditulis, saya baru bekerja selama 20 hari. Semoga untuk ke depannya saya bisa segera merasa betah untuk bekerja dan tinggal di kota ini.

*saya mendapat pesan dari HR bahwa Taekwang masih membutuhkan karyawan baru untuk beberapa bagian, terutama IT. Bagi yang berminat silakan hubungi saya saja.

Mahasiswa TKI – Daily Activity

Saya menulis lagi setelah sekian lama tidak menulis. Sedikit banyak bekerja telah menyita waktu saya. Bagaimana tidak, saya bekerja mulai pukul 8 pagi sampai 5 sore. Saya sendiri tiap hari berangkat naik bus umum, maka saya harus berangkat pukul 7 pagi dari dorm agar tidak terlambat. Untuk bangun tidur sendiri adalah pukul 6 pagi dan sholat subuh pukul 6 lewat 5 menit. Praktis hanya ada waktu 1 jam kurang untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat, termasuk sikat gigi, sarapan, ganti baju, dll. O iya, selama bekerja ini saya tidak mandi pagi (ini bukan aib kok, jadi saya bangga-bangga saja menceritakannya). Kenapa? Karena air panas di dorm belum menyala pada saat itu. Jadi daripada saya menggigil kedinginan gara-gara mandi air dingin, saya memilih untuk mandi pada malam hari dan cukup cuci muka dan sikat gigi pagi harinya.

Saya sampai kantor kira-kira 7.45. Saya masuk ke ruangan rapat untuk berganti jaket, dari jaket winter ke jaket kerja. Seperti apakah jaket kerja itu? Hanya sebuah jaket tipis berwarna krem muda dengan tulisan 택광실업(주) pada dada kiri. Jaket ini merupakan syarat wajib pakai jika mengambil makan siang, karena hanya orang yang mengenakan jaket saja yang akan mendapatkan makanan. Langsung saya mengambil laptop yang disimpan di ruangan mekanik dan meletakkannya di meja kerja.

Laptop saya adalah laptop kuno bermerk Samsung SensX15 yang masih enggunakan prosesor Intel Centrino dan VGA Intel on-chip. Bukan spesifikasinya yang penting, melainkan saya punya sesuatu untuk dikerjakan di sini, entah itu hanya browsing atau mengerjakan tugas menggunakan laptop ini.

Yang saya lakukan di sini setiap hari memang berkaitan dengan komputer, tepatnya programming. Satu-satunya hambatan saya adalah kurangnya pengalaman saya dalam bidang programming. Itu pula yang menyebabkan nilai Algoritma dan Struktur Data saat kuliah S1 mendapat BC. Dan seperti yang yang sudah saya tulis sebelumnya, jurusan saya di sini adalah computer science yang jelas membutuhkan kemampuan programming. Jadilah saya harus belajar lebih keras.

Ada 2 hal utama yang saya kerjakan di sini, Visual Basic dan Database. Visual Basic sudah pernah saya lakukan sejak SMA, meskipun saat kuliah saya lebih banyak menggunakan C dan MATLAB. Database lah masalah utamanya. Saya berkali-kali mendengar tentang Sql dan Oracle naun tidak pernah tahu apa itu. Baru kali inilah saya menghadapi Sql dan Oracle yang terintegrasi dengan Visual Basic dan terhubung dengan seluruh bagian di Taekwang. Sistem yang sangat besar untuk saya. Mission Impossible kah? Tidak, saya pasti bisa mengerjakannya.

Siang harinya seluruh pekerja di Taekwang, baik itu pekerja pabrik sampai pekerja kantoran, makan bersama di restoran khusus staf. Menu masakan di sini jauh lebih enak dibandingkan makanan di dorm. Kalau tidak salah baru sekali lauknya yang jelas-jelas daging babi, selebihnya adalah ikan atau ayam. Tidak lupa saya sholat dhuhur di ruang rapat setelah makan. Kemudian saya lanjut bekerja, sholat asar, dan pulang. Untuk sore harinya sendiri, kadang disediakan dinner, sehingga saya tidak perlu memasak nasi dan tuna di dorm.

Ini adalah pengalaman pertama saya bekerja, terlebih bidangnya merupakan bidang yang belum terlalu saya kuasai. Jadilah saya harus berusaha ekstra keras untuk dapat beradaptasi.

Salam Mahasiswa TKI!